Catatan Perjalanan Asparagus di Lombok

0
114

Akhir Juli lalu, Indonesia kembali dilanda duka. Sebuah gempa bumi berkekuatan 6,4 SR melanda Lombok NTB.Tepatnya pada tanggal 29 Juli 2018, pukul 06.47 WITA. Guncangan gempa bumi ini juga turut dirasakan warga di beberapa wilayah seperti pulau Lombok, pulau Bali, dan Pulau Sumbawa.

Dan untuk menopang semangat kebangkitan di Lombok rombongan Asosiasi para Lora dan Gus (Asparagus) Jawa Timur hadir di lokasi terdampak bencana gempa bumi  untuk menyalurkan bantuan sosial kepada warga Lombok.

Berikut ini catatan perjalanan tim Asparagus, seperti diceritakan Gus Toev, Rabu 13 September 2018, untuk pembaca Sokopapat.com.

Setelah menempuh perjalanan udara dari bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Lombok,  Asparagus sampai di lokasi terdampak bencana.

“Disini kami menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke beberapa tempat, diantara kunjungan kami yang pertama sowan ke Yayasan pondok pesantren Al Kaustar, asuhan Tuan Guru Syuaib Yusuf, di Teluk Kode Desa Malaka Kecamatan Pamenang Lombok Utara,” kata Gus Toev.

Di yayasan yang dihuni sekitar 150 santri Diniyah Salaf ini, bangunan-bangunan di sekitar asrama hancur total. Masyarakat mendirikan tenda darurat.

“Meskipun hanya sekedarnya, tapi aktifitas belajar mengajar di pondok pesantren ini alhamdulillah tetap berjalan,” tutur Tuan Guru Syuaib.

Di pesantren ini, menurut Gus Toev, Asparagus menyalurkan bantuan sebesar sepuluh juta rupiah.

Rabu malam, perjalanan dilanjutkan dengan melakukan pertemuan dengan Bupati Lombok Utara, KH Najmul Ahkyar. Ia menjelaskan bahwa korban di Lombok mencapai 427 jiwa.

Sebagian besar kantor pemerintahan hancur dan pelayanan masyarakat di lakukan ditenda-tenda darurat yang telah didirikan bersama para relawan.

“Bapak Bupati sangat mengapresiasi atas kunjungan kami dan mengucapkan terima kasih dikarenakan kepedulian dari pihak terutama malam ini yang bersilaturohim yaitu dari Asparagus dan MWC NU, Ansor-Banser Poncol Magetan,” jelas Gus Toev.

Setelah melihat kondisi terkini di beberapa titik  lokasi  terdampak bencana, Asparagus menyampaikan bahwa yang dibutuhkan hari ini untuk berjalannya kembali aktivitas pendidikan, utamanya pesantren adalah perbaikan dan pembangunan fisik bangunan yang hancur.

Sementara hingga saat ini para korban bencana juga memiliki keterbatasan berupa logistik. Sehingga sangat diharapkan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat. Sekedar informasi bahwa gempa susulan di Lombok sampai saat ini sudah terjadi sebanyak 1300 kali guncangan.

“Kami atas nama pesantren-pesantren di Jawa Timur siap jika akan diadakan kerjasama dengan melakukan pengiriman santri-santri dari Lombok untuk nyantri ditempat kami,” katanya.

Meskipun sedang dirudung derita, namun Asparagus mendapatkan energi berupa optimisme. Apalagi setelah berbincang dengan Bupati yang juga seorang kiai itu. Masyarakat Lombok tampak memiliki semangat untuk menata kehidupan yang lebih baik lagi.

Bahwa Lombok ini tidak hancur ataupun luluh lantak. Tapi sedang menata kembali, menjadi daerah yang lebih baik kedepanya, daerah santri yang akan lebih bersinar akan kemajuan serta keislamannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.