Diikuti 32 Tim, Kick Off Liga Santri Jatim 1 Digelar Besok

0
394

Tulungagung- Kurang dari dua puluh empat jam lagi Kick Off Liga Santri Nusantara (LSN) region Jawa Timur 1 bakal dihelat di stadion Rejoagung Tulungagung, Jawa Timur.

Hajatan sepakbola paling bergengsi itu diikuti sebanyak 32 tim pesantren dari Eks Karesidenan Madiun dan Kediri. Panitia regional dan panitia lokal menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan LSN 2018.

Panitia LSN Jawa Timur 1 yang digawangi oleh Gus Toev sebagai koordinator region dan Gus Anam sebagai panitia pelaksana kembali menggelar rapat koordinasi untuk kesuksesan kompetesi yang diinisiasi Kemenpora RI dan PP RMI itu.

“Di Tulungagung ini kami menyiapkan delapan lapangan. LSN diikuti  32 tim pesantren dengan menggunakan sistem gugur, sama seperti yang dulu pernah kami laksanakan di ponorogo,” ucap Gus Toev, Selasa(3/9) di Tulungagung.

Pada pembukaan pertandingan, kata Gus Toev, tim Persada FC dari Pesantren Mayak Ponorogo, yang merupakan juara nasional LSN 2017 bakal bertanding melawan tim MIA FC dari pesantren Ma’hadul Ilmi Wal ‘Amal, yang tak lain adalah tim tuan rumah, Tulungagung.

Sementara itu, masyarakat Tulungagung, utamanya kalangan pesantren menyambut  gembira  LSN yang digelar di kota Marmer itu.

“Bagi kami event liga santri ini sudah kami tunggu sejak dua tahun lalu. Maka dari itu kami juga harus mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa berjalan maksimal,” tandas Gus Syafi’i, ketua panitia lokal.

Liga santri nusantara Jawa Timur 1 berlangsung mulai Rabu hingga Sabtu, 5-8 September 2018 di Stadion Rejoagung. Ketua PP RMI-NU dan Direktur LSN KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) dan Katib Syuriyah PBNU KH Luqman Harits Dimyathi dijadwalkan turut hadir menyaksikan partai final LSN dan penutupan.

Penutupan kompetisi bakal diwarnai dengan sejumlah acara, diantaranya Halaqah Pondok Pesantren se-Eks Karesidenan Madiun dan Kediri dan Konferensi cabang IPNU-IPPNU Tulungagung ke- 23.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.