Diplomasi, Solusi Cerdas bagi Perdamaian Dunia

0
283

SOKOPAPAT.COM l Berita tentang KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU, yang menghadiri undangan dari sebuah LSM Israel untuk berbicara di forum independen yang membicarakan isu-isu global tersebut, mengelinding liar di tangan para hatter NU dan digoreng sedemikian rupa untuk menjatuhkan marwah Jamiyyah terbesar di Indonesia itu.

Seperti biasa, NU tak memberikan reaksi berlebihan dan menunggu saat yang tepat untuk memukul balik serangan tersebut. Dan benar juga, saat Gus Yahya berkesempatan menyampaikan apa yang menjadi misi besar bangsa Indonesia pada umumnya dan Islam pada khususnya, semua mata terbelalak dan dibuat tak berkutik.

Dari apa yang disampaikan dalam forum tersebut, satu pesan menarik soal solusi mengatasi konflik tak berkesudahan, disampaikan dengan sangat lugas dan bernas,

“The very fundamental choice that can give as an opportunityfor sulition we believeis a choice inislamic term callad RAHMAH. Rahmah is a compassion and caring about other.”

Demikian potongan pesan yang disampaikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dalam forum dialog yang diselenggarakan oleh The Israel Council on Foreign Relations (ICFR). Sebuah forum independen yang membicarakan isu-isu hangat seputar kebijakan di luar negri.

Bagi Gus Yahya, Solusi perdamaian bagi konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan di belahan bumi manapun adalah dengan pendekatan Rahmah atau kasih dan kepedulian pada sesama umat manusia. Ketika rahmah diimplementasikan maka keadilan akan tercipta, dan bila keadilan telah tercapai kedamaian di muka bumi menjadi suatu keniscayaan.

Apa yang beliau sampaikan sesungguhnya merupakan intisari dari pokok-pokok dari Preambule UUD 1945 negara kita yang sangat tepat diterapkan di manapun dalam rangka membangun perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Satu hal yang menarik dari keberadaannya di forum tersebut, beliau secara eksplisit  juga mengakui keberpihakannya kepada Palestina sebagai negara yang harus dihormati kedaulatannya. Dan ini sebuah pesan brillian bagi seseorang dari negara yang tak memiliki kedutaan di negri zionis tersebut. Sepak terjangnya mengingatkan kita pada para pendahulu, tokoh-tokoh NU senior yang piawai dalam berdiplomasi di berbagai forum internasional. Mbah Wahab, Gus Dur hingga Pak Hasyim Muzadi adalah kampiun dalam urusan diplomasi pada masanya.

Bila melalui jalur diplomasi, pesan mengenai perdamain bisa langsung menohok ke sasaran yang dituju, lalu apa hasil dari pesan lewat demo berjilid dengan teriakan takbir sambil meminta sumbangan kemanusian peduli Palestina beberapa waktu lalu?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.