PUASA DAN GODAAN YANG MENGEPUNG

0
230

 

SOKOPAPAT.COM– Ritual puasa bagi sebagian orang merupakan aktifitas biasa, meski tidak setiap hari dilakukan. Karenanya, kehadiran bulan Ramadan tak akan berpangaruh apapun dalam kehidupan sehari-hari bagi orang-orang tertentu, kecuali aktifitas ibadah di malam hari yang berusaha menyesuaikan, demi mendapat fadhilah bulan suci ini.

Karena itu, sangatlah beruntung orang-orang yang di bulan Ramadan ini tidak tergoda untuk rempong, latah berburu menu berbuka di jalanan selepas asar. Pemandangan di sepanjang jalan ataupun pusat keramaian yang dipenuhi para penjual dadakan menjadi fenomena tersendiri di setiap bulan penuh berkah ini.

Fenomena para penjaja menu takjil ini sebenarnya telah muncul hampir tiga dekade terakhir. Pemandangan orang berkerumun merogoh koceknya lebih dalam juga terjadi di berbagai pusat keramaian, baik pasar, mal dan sepanjang jalan-jalan utama di berbagai kota besar. Semuanya tak lebih dari fenomena bergesernya gaya hidup kapitalis yang hedonistik-konsumtif, dan telah menjerat keseharian masyarakat kita.

Siapapun pasti tertarik melihat pemandangan nan menggiurkan saat menu berbuka dan takjil itu dijajakan para penjual dadakan dengan segala rayuannya. Tapi, terbawa arus mengikuti tren yang terjadi di masyarakat sama saja terjerumus pada gaya hidup yang bisa mengurangi kesakralan dan kemuliaan ibadah puasa itu sendiri.

Bulan Ramadan, yang seharusnya dijadikan sebagai sarana riyadhoh, atau latihan spiritual yang buahnya berupa kemenangan di hari lebaran, kini  telah berubah sedemkian rupa. Bulan penuh berkah ini seakan benar-benar berkah bagi para pemodal, yang berhasil menggoda dari berbagai penjuru. Bahkan saat kita bisa berpuasa tidak keluar rumah, siaran televisi telah menghadang dengan ragam godaan yang tak kalah dahsyat lewat berbagai iklan produk makanan, pakaian, kuis berhadiah,  tiket pesawat hingga segala rayuan dari para selebritas yang mendadak berjilbab dan berbusana syar’i. Semua tak lebih dari godaan syahwat yang berubah bentuk dan menguasai ruang privat kita. Belum lagi gajet di tangan  yang punya daya goda melebihi apapun. Lewat gajet, dengan mudah kita melihat caci-maki, sumpah serapah, kedengkian dan orang saling berebut pengaruh dengan cara culas, berseliweran setiap saat di linimasa kita.

Kalau sudah demikian, kita semakin yakin bahwa ibadah puasa memang bersifat privat dan menjadi hak Tuhan, hingga Dia sendiri yang akan memberi balasan langsung.

Selamat Berpuasa. /(am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.