NGAJI AL-HIKAM : Bimbingan Menuju Ma’rifatillah

0
270
[ilustrasi]

SOKOPAPAT.COM- Dalam Muqadimah kitab Al-Hikam, karya agung Syeikh Ibnu Athaillah Al-Sakandary, Imam Abul Hasan Ali asy-Syadzily ra berkata: Pengembaraan kami terdiri diatas lima:

  1. Taqwa kepada Allah lahir dan batin dalam kesendirian dan di depan publik.
  2. Mengikuti sunnah Rasulullah dalam semua kata dan perbuatan.
  3. Mengabaikan semua makhluk dalam kesukaan ataupun dalam kebencian mereka. [tidak menghiraukan apakah mereka suka atau benci].
  4. Rela [ridha] menurut hukum [takdir] Allah, baik yang ringan maupun yang berat.
  5. Kembali kepada Allah dalam suka dan duka.

Maka untuk melaksanakan taqwa, seseorang harus berlaku wara’ [menjauh dari makruh, subhat dan haram] dan tetap istiqamah dalam mentaati semua perintah dan tetap tabah tidak berubah. Dan untuk melaksanakan sunnah Rasulullah , harus berhati-hati dan menerapkan budi pekerti yang baik. Dan mengabaikan makhluk dengan sabar dan tawakkal [berserah diri kepada Allah]. Rela [ridha] pada Allah atas segala takdir-Nya dan merasa cukup dan tidak tamak terhadap sesuatu. Mengembalikan segala-galanya hanya kepada Allah dalam suka dan duka dengan bersyukur dalam suka dan berlindung kepada-Nya dalam duka.

Dan dari keseluruhan di atas, pada intinya ada 5 hal:

Semangat yang tinggi.

  1. Berhati-hati pada yang haram dan menjaga kehormatan.
  2. Taat dan memahami diri sebagai seorang hamba.
  3. Melaksanakan kewajiban.
  4. Menghargai nikmat.

Maka barangsiapa yang bersemangat tinggi, pasti naik tingkat derajatnya. Dan barang siapa meninggalkan larangan yang diharamkan Allah,  maka Allah akan menjaga kehormatannya. Dan barangsiapa yang benar dalam taatnya, pasti mencapai tujuan kebesaran-Nya dan kemulian-Nya. Dan barangsiapa yang melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka bahagia hidupnya. Dan barangsiapa yang menghargai nikmat, berarti mensyukuri dan selalu akan menerima tambahan nikmat yang lebih besar.

Abul Hasan asy-Syadzily ra berkata:

“Aku dipesan oleh guruku (Abdul Salam bin Masyisy ra) :

“Janganlah kamu melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mencapai keridhaan Allah, dan jangan duduk di majlis kecuali yang aman dari murka Allah.  Juga jangan bersahabat kecuali kepada orang yang dapat membantu berbuat taat kepada Allah, dan jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah. Yang demikian ini sudah jarang untuk didapat.”

Sayid Ahmad al-Badawi ra, pernah berkata:

“Perjalanan kami berdasarkan kitabullah dan sunnah Rasulullah :

  1. Benar dan jujur.
  2. Bersih hati.
  3. Menepati janji.
  4. Bertanggung jawab dalam tugas dan derita.
  5. Menjaga kewajiban.

 

Disunting kembali dari chanel :

https://telegram.me/kitabhikam

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.