Mengenal Komunitas Suku Hui di Tiongkok

0
281

SOKOPAPAT.COM- Negara Republik Rakyat China atau Tiongkok terdiri dari banyak suku. Salahsatunya adalah Suku Hui, yang merupakan satu dari 5 suku berpengaruh di daratan Tiongkok dengan populasi sekitar 10 juta dan umumnya beragama Islam.

Suku ini tersebar di seantero daratan Tiongkok dan memiliki ciri khas tertentu, terutama dalam hal berpakaian, seperti mengenakan kopiah putih bagi yang laki-laki dan berhijab bagi perempuan. Di kota-kota besar, di mana mereka berada, sebagian besar membuka usaha makanan/kedai atau restoran dengan kekhasan yang mudah dikenali, seperti tulisan  qing zhen (halal) di pintu masuk warung mereka.

Nama Suku Hui merupakan kependekan dari Hui-Hui, istilah yang dipakai untuk menyebut orang Uyghur. Orang-orang ini banyak terkontrasi di kawasan barat laut, yaitu daerah Anxi atau Xinjiang. Sekarang mereka tersebar di dua wilayah otonomi, yakni Ningxia Hui Autonomous Region dan Xinjiang Uyghur Autonomous Region.

Sebagai komunitas Islam, mereka juga memiliki beberapa hari penting yang selalu dirayakan tiap tahunnya, sebagaimana di negara muslim pada umumnya, yaitu Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad saw.  Masyarakat suku Hui mendirikan banyak masjid sebagi tempat ibadah sekaligus berfungsi sebagai  pusat dakwah dan pendalaman ilmu agama bagi komunitas mereka. Di tempat ini pula masyarakat muslim Hui mengadakan interaksi  diantara mereka dalam rangka memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan upaya menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam.

Keberadaan komunitas Suku Hui yang banyak berprofesi membuka restoran halal, merupakan bentuk kepedulian mereka agar masyarakat muslim terjamin dalam hal mengkonsumsi makanan halal di sebuah negara yang mayoritas terbiasa mengkonsumsi makanan-makanan yang dilarang dalam Islam, seperti daging babi, yang sangat umum di daratan Tiongkok.

 

Ramadan dan Lebaran

 Sebagaimana di banyak negara muslim, saat bulan Ramadan datang mereka menyambut dengan suka cita, terutama di rumah-rumah mereka yang tersedia berbagai macam aneka makanan saat menjelang berbuka. Juga di beberapa masjid, saat menjelang berbuka mereka berkumpul untuk melaksanakan buka bersama, sebagaimana umum terlihat di negara kita. Hal yang mungkin sedikit membedakan dengan Indonesia adalah cara mereka berbuka puasa. Jika bulan Ramadan jatuh di musim panas, mereka akan berbuka dengan buah segar dan segelas air atau teh tureen. Sementara jika bulan Ramadhan jatuh di musim dingin, mereka akan berbuka dengan kurma.

 

Tradisi Pernikahan

 Adat pernikahan di kalangan Suku Hui berdasarkan syariat Islam. Sebagaimana umumnya, tradisi pernikahan juga menjunjung tinggi asas kesepakatan kedua belah pihak tanpa adanya paksaan tertentu. Keseluruhan prosesi, mulai dari melamar hingga akad nikah sepenuhnya berlandaskan prinsip-prinsip hukum dan tata cara Islam.

 

Pakaian Khas Pria Hui

 Kaum Pria Suku Hui umumnya mengenakan tutup kepala berwarna putih atau hitam, meski sebagian besar lebih menyukai warna putih. Ada juga yang mengenakan semacam kain yang dililitkan di kepala semacam surban, yang dikenal dengan sebutan Head-Wimpled Hui People. Tapi tidak sedikit yang menggunakan peci dengan berbagai corak sesuai dengan tren dan perkembangan zaman.

 

 Kontribusi Orang Hui bagi Dunia

 Suku Hui memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Tiongkok masa lalu, termasuk kebaradaan agama Islam yang memiliki andil bagi kejayaan Tingkok. Laksamana Cheng Ho menjadi bukti sahih yang tak terbantahkan akan peran kaum muslimin Tiongkok bagi keberadaan dinasti yang berkuasa dari masa kemasa. Bahkan dalam sebuah penelitian terakhir dari Gavin Menzies, Penemu benua Amerika sesungguhnya adalah Cheng Ho, bukan Cristhoper Columbus, sebagaimana diyakini selama ini. /(am).

 

Diadaptasi dari berbagai sumber.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.