Bencana Alam

0
96

Jikalau bencana alam terjadi, karena disebabkan terjadinya proses perubahan stuktur macro-kosmik. Pergerakan lempengan-lempengan penyangga bumi, melahirkan gempa. Perubahan stuktur macro-kosmik itu dengan sendirinya akan mengubah dan membentuk tatanan kehidupan yang baru, karena bangunan struktur yang lama sudah tidak memadai lagi#

Sesungguhnya bangunan struktur macro-kosmik itu mempunyai batas waktu dan batas kekuatan menahan beban. Beban macro-kosmik selalu berubah, karena perubahan yang terjadi secara universal dalam kehidupan alam semesta. Mekanisme hukum alam bekerja secara otomatis mengubah tata kehidupan internalnya sendiri#

Dalam kehidupan micro-kosmik juga terjadi bencana dengan meluasnya kekerasan dan peperangan, karena perubahan struktur kekuasaan dan bisnis. Perebutan kekuasaan bisnis global melahirkan kerusakan, kematian dan bencana yang bisa lebih besar jumlahnya, jutaan orang meninggal dan peradaban jatuh berantakan, karena dihancurkan oleh senjata pemusnah massal#

Banyak yang menganggap bahwa bencana alam itu sebagai teguran Tuhan secara langsung atas para pendosa. Akan tetapi sebuah kearifan mengajarkan perlunya langsung membantu mengatasi beban yang diakibatkan bencana alam, dan tidak terkurung dalam pandangan yang cenderung SARA. Tuhan itu maha adil, dan suatu keadilan pula jika yang tidak terkena musibah, membantu semampunya pada yang terkena musibah#

Berita sebelumyaCatatan Perjalanan Asparagus di Lombok
Berita berikutnyaGempa di Palu
Musa Asy'arie
Prof.Dr. H. Musa Asy'arie (lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 31 Desember 1951) adalah salah satu filsuf Muslim Indonesia yang memiliki peran sentral dalam menanamkan secara kuat landasan berpikir-bebas atau mazhab kebebasan berpikir. Musa mengajarkan tentang konsep-konsep fundamental mengenai aspek teologi, kosmologi, dan antropologi serta kebudayaan, dalam cara pandang Filsafat Islam. Ia bergerak dari basis perenungan kefilsafatan sampai dengan praksis sosial-ekonomi serta politik. Perhatiannya terhadap dunia ekonomi riil merupakan cerminan dari dirinya sendiri yang juga menjadi pelaku usaha atau pengusaha sukses. Dalam pemikiran kefilsafatan, Musa melandaskan teori-teorinya di atas terang kitab suci al-Qur’an melalui penafsiran rasional. Musa membangun pemikiran filsafatnya secara utuh dan mensistematisasi ke dalam unsur-unsur atau cabang-cabang kajian Filsafat Islam. Ia memiliki minat dan memberikan perhatian sangat luas terhadap berbagai isu dan permasalahan konkret yang terjadi dalam ranah sosial, politik, budaya, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.